Sabtu, 28 September 2019

Makalah Kebijakan Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Periode 1


KATA PENGANTAR



Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah SWT. karena berkat karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Dengan judul “KEBIJAKAN PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO”. Walaupun di dalam proses pembuatan makalah ini saya mendapatkan berbagai macam masalah namun itu semua dapat saya lalui dengan adanya Rahmat yang di berikan Allah kepada saya dan juga adanya bantuan yang saya peroleh dari guru bidang studi “Sejarah Indonesia” saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Shalawat serta salam tak lupa selalu kita curahkan kepada baginda kita yakni Nabi Muhammad SAW. Karena beliaulah kita dapat merasakan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini.









Kendari, 01 Maret 2019
Penulis


MUH. ZIA ULHAK




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG ....................................................................................................................1
1.2 RUMUSAN MASALAH ...............................................................................................................1
1.3 TUJUAN .........................................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  KEBIJAKAN-KEBIJAKAN MASA PEMERINTAHAN SBY ..................................................2
2.1.1   Bidang Politik............................................................................................................... 2
2.1.2   Bidang Ekonomi .......................................................................................................... 5
2.1.3   Bidang Hukum .............................................................................................................6
2.1.4   Bidang Pendidikan .......................................................................................................8
2.2 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MASA PEMERINTAHAN SBY  .....................................9
2.1.1   Kelebihan Masa Pemerintahan SBY .............................................................................9
2.1.2   Kelemahan Masa Pemerintahan SBY ......................................................................... 10
BAB III PENUTUP
3.1.1   SIMPULAN .............................................................................................................11
3.1.2   SARAN .....................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. ........12





BAB I
PENDAHULUAN
1.1    LATAR BELAKANG
Di setiap negara pasti memiliki pemimpin dan pemimpin tersebut bertugas mengatur wilayah atau negara itu.
Indonesia merupakan suatu negara demokrasi yang dipimpin oleh seorang presiden. Susilo Bambang Yudhoyono terpilih menjadi presiden melalui pemilihan umum dan ia dilantik pada tanggal 20 oktober 2004. Kebijakan adalah suatu ketetapan yang dikeluarkan oleh seorang presiden, begitu pula dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah terpilihnya beliau menjadi seorang presiden RI ke-6 ia akan membuat suatu kebijakan yang dimana kebijakan itu akan mengatur kehidupan seluruh elemen masyarakat Indonesia. Kebijakan-kebijakan apa saja yang berhasil di terapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?. Maka dari itu makalah kali ini saya akan mengangkat judul “Kebijakan-kebijakan Pada Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono periode 1”.

1.2    RUMUSAN MASALAH
1.      Apa saja kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh presiden SBY??
2.      Apa saja kelebihan dan kelemahan masa pemerintahan SBY?

1.3    TUJUAN
1.     Mengetahui kebijakan-kebijakan yang berhasil masa pemerintahan SBY
2.     Mengetahui kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh presiden SBY








BAB II
PEMBAHASAN

2.1    KEBIJAKAN-KEBIJAKAN MASA PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Kebijakan merupakan suatu rangkaian konsep dan asas menjadi suatu garis pelaksanaan dalam suatu pekerjaan, kepemimpinan ataupun cara bertindak. Kebijakan ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan warga negara, jika dalam suatu negara tidak memiliki kebijakan, maka peraturan yang ada dalam negara pun tidak dapat berjalan secara teratur. Seperti halnya presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan RI yang keenam, ia terpilih melalui pemilihan umum dan di lantik pada tanggal 20 oktober 2004, sehari setelah pelantikan ia langsung membentuk kabinet bersatu jilid 1 dan membuat beberapa kebijakan. Pada masa pemerintahan SBY ini ia membuat beberapa kondisi dan kebijakan yang ditempuh baik dalam bidang politik, hukum, ekonomi, pendidikan, sosial, hukum, maupun budaya.
Di dalam makalah ini saya akan menerangkan tentang “kebijakan-Kebijakan Masa Pemerintahan SBY” pada periode pertama kepemimpinannya.
2.1.1   Bidang Politik
a.    Pembentukan Kabinet Bersatu Jilid 1
Kabinet bersatu ini dibentuk pertama kali oleh presiden SBY sejak terpilihnya menjadi presiden RI yang dimana kabinet ini merupakan kabinet pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama wakilnya Jusuf Kalla. Kabinet Indonesia bersatu ini dibentuk pada tanggal 21 oktober 2004 yakni selang satu hari setelah dilantiknya beliau menjadi presiden RI, kemudian presiden SBY melakukan perombakan kabinet pertama kalinya pada tanggal 5 desember 2005 dan kemudian melakukan evaluasi lebih lanjut atas kinerja para menterinya dan kemudian melakukan perombakan kabinet yang kedua kalinya pada 7 mei 2007.
b.         Menganut Konsep Trias  Politika
Trias politika merupakan konsep pemerintahan yang banyak dianut diberbagai negara di belahan dunia yang dimana konsep dasarnya ialah kekuasaan disuatu negara tidak boleh dilimpahkan pada satu struktur kekuasaan politik tetapi harus terpisah di lembaga-lembaga negara yang berbeda. Dan yang kini banyak diterapkan ialah pemisahan kekuasaan kepada 3 lembaga berbeda yaitu Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Legislatif adalah lembaga untuk membuat undang-undang, Eksekutif adalah lembaga untuk melaksanakan undang-undang, dan Eksekutif adalah lemabaga yang mengawasi jalannnya pemerintahan dan negara secara keseluruhan. Dengan terpisahnya 3 kewenangan yang berbeda tersebut diharapkan jalannya pemerintahan negara tidak timpang tiur, tehindar korupsi pemerintahan oleh satu lembaga dan akan memunculkan mekanisme check and balances (saling koreksi dan saling mengimbangi). Jalannya konsep Trias politika di tiap negara tidak selamanya serupa dan berjalan mulus atau tanpa halangan. Seperti halnya pada masa pemerintahan SBY konsep Trias Politika mengalami perubahan progresif, dimana konsep tersebut berusaha menempatkan posisinya berdasarkan prinsip struktural sistem politik Indonesia yakni berdasarkan kedaulatan rakyat. Pada masa pemerintahan SBY hal tersebut benar-benar terimplementasikan, dimana rakyat bisa memilih wakil rakyatnya melalui Pemilu untuk memilih anggota dewan legislatif, dan pilpres untuk pemilihan elit eksekutif, sekalipun untuk elit yudikatif, pemilihannya masih dilakukan oleh DPR dengan pertimbangan Presiden.
c.         Sistem kepartaian
Selama masa pemerintahan SBY di tahun 2004-2009. Di Indonesia sistem kepartaian mengalami perubahan yang signifikan, dimana partai politik bebas untuk didirikan asalkan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku serta tidak menyimpang dari hakikat pancasila secara universal. Masyarakat Indonesia pun dapat memilih calon wakil rakyat mereka secara langsung, hal tersebut menunjukkan terhadap hak dasar bangsa secara universal dalam konteks pembentuka negara yang demokratis.
d.         Politik pencitraan
Politik pencitraan tentu digunakan oleh hampir semua pemimpin negara di dunia temasuk Presiden SBY karena politik pencitraan merupakan salah satu senjata paling ampuh yang digunakan pemimpin negara untuk mengambil hati rakyatnya. Presiden SBY dalam melakukan politik pencitraan tersebut melalui dua cara yakni konteks internal dan konteks eksternal.
Dalam konteks internal politik pencitraan SBY dilakukan dengan menggunakan kapabalitas internalnya, yakni dengan kapabalitas retorika atau kemampuan berbicara di depan umum. Dari lima jenis Retorika yang dikemukakan Aristoteles Presiden SBY mengimplementasikan Retorika tipe Elucotio, dimana pembicara memilih kata-kata dan bahasa yang tepat sebagai alat pengemas pesannya ketika berbicara di depan umum. Selain itu konteks internal disini berkaitan dengan sikap bijak, kalem, dan legowo yang ditunjukkan SBY kepada masyarakat, dimana hal tersebut tentu dapat berimplikasi penarik rasa simpatik masyarakat itu sendiri.
Dalam konteks Eksternal, politik pencitraan SBY dilakukan dengan beragam aspek, salah satunya adalah kampanye dan introduksi prestasi positif SBY selama memerintah Indonesia. Hal tersebut tentu dapat menarik rakyat akan keberhasilan SBY dan menjadi simpatik atasnya.
e.    Politik Luar Negeri
Presiden SBY berhasil berusaha memantapkan politik luar negeri Indonesia dengan cara meningkatkan kerjasama internasional dan meningkatkan kualitas diplomasi Indonesia dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional. Masa pemerintahan SBY Indonesia berani mengambil sikap sebagai satu-satunya negara anggota tidak tetap Dewan Keamaman PBB yang bersikap abstain ketika semua negara lainnya memberikan dukungan untuk memberi sanksi pada Iran. Politik luar negeri Indonesia diumpamakan dengan istilah “mengarungi lautan bergelombang” bahkan “menjembatani dua karang”. Ciri politik luar negeri Indonesia pada masa pemerintahan SBY, yaitu:
1.)    Terbentuknya kemitraan-kemitraan strategis dengan negara-negara lain (Jepang, China, India dll)
2.)    Terdapat kemampuan beradaptasi Indonesia terhadap perubahan-perubahan domestik dan perubahan-perubahan yang terjadi di luar negeri (internasional)
3.)    Bersifat pragmatis, kreatif, dan oportunis, artinya Indonesia mencoba mencoba menjalin hubungan dengan siapa saja (baik negara, organisasi internasional, ataupun perusahaan multinasional) yang bersedia membantu Indonesia dan menguntungkan pihak Indonesia.
4.)    Konsep TRUST, yaitu membangun kepercayaan terhadap dunia internasional. Prinsip-prinsip dalam konsep TRUST adalag unity, harmony, security, leadeership, dan prosperity. Prinsip-prinsip dalam konsep TRUST inilah yang menjadi sasaran politik luar negeri Indonesia di tahun 2008 dan seterusnya.
2.1.2   Bidang Ekonomi
Sejak awal pemerintahannya presiden Susilo Bambang Yudhoyono memprioritaskan untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan dan pengangguran serta pemberantasan KKN yang ia canangkan dalam program 100 hari pertama pemerintahannya. Salah satu program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah bantuan langsung tunai (BLT). Pada tahun 2006, BLT dianggarkan sebesar Rp. 18,8 Triliun untuk 19,1 juta keluarga. Tahun 2007 dilakukan BLT bersyarat bagi 500 ribu rumah tangga miskin di 7 provinsi, 51 kabupaten, 348 kecamatan. Bantuan tersebut meliputi bantuan tetap, pendidikan, kesehatan dengan rata-rata bantuan per-rumah tangga sebesar Rp. 1.390.000. Selain itu presiden SBY juga berupaya dalam program kemiskinan untuk memperbaiki fisik lingkungan dan prasarananya seperti gedung sekolah, fasilitas kesehatan, jalan, air bersih, dll.
Sejak krisis yang dialami bangsa pada tahun 1998, kondisi perekonomian masyatakat Indonesia  belum pulih. Upaya pengentasan kemiskinan yang juga pernah dicanangkan oleh presiden sebelumnya masih belum terlaksana sepenuhnya. Kondisi ini diperparah dengan terjadinya sejumlah bencana alam terutama tragedi tsunami di Aceh yang merenggut banyak korban dengan kerugian material yang sangat besar. Presiden SBY bersama Kabinet Indonesia Bersatu segera mengambil langkah-langkah penanggulangan pasca bencana. Salah satunya adala dengan menetapkan keputusan Presiden No. 30 Tahun 2005 mengenai rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Aceh dan Kepulauan Nias Provinsi SumateraUtara. Selain itu diebntuk pula Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Aceh dan Nias.
Salah satu kebijakan yang dilakukan pada pemerintahan SBY adalah mengurangi subsidi Negara Indonesia, atau menaikkan Bahan Bahan Minyak(BBM), kebijakan Bantuan Langsung Tunai kepada rakyat miskin akan teatpi bantuan tersebut diberhentikan sampai pada tangan rakyat miskin atau masyrakat yang membutuhkan, kebijakan menyalurkan bantuan dana BOS kepada sarana pendidikan yang ada di Indonesia. Akan tetapi pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam perekonomian Indonesia terdapat masalah dalam kasus Bank Century yang sampai saat ini belum terselesaikan bahkan sampai mengeluarkan biaya 93 miliar untuk menyelesaikan kasus Bank Century ini
Pada masa pemerintahan presiden SBY, upaya untuk penuntasan kemiskinan terealisasikan melalui peningkatan anggaran di sektor pertanian termasuk upaya untuk swasembada pangan. Anggaran untuk sektor ini yang semula hanya sebesar 3, 6 Triliyun Rupiah ditingkatkan menjadi 10,1 Triliyun Rupiah. Selain itu, pemerintah menyadiakan pupuk murah bagi petani untuk mendukung perbaikan di sektor pertanian.
Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga memberikan perhatian besar pada permasalahan kesejahteraan rakyat lainnya seperti sektor perumahan lainnya, pengembangan usaha kecil, peningkatan kesejahteraan PNS termasuk prajurit TNI dan POLRI dan juga kesejahteraan buruh pelayanan dan fasilitas publik juga ditingkatkan.

2.1.3   Bidang Hukum
Di bidang hukum, upaya pemerintah untuk melanjutkan program pemberantasan korupsi dan penegakkan supremasi hukum juga mendapat perhatian pemerintah.
           Selain berupaya untuk menjaga kedaulatan wilayah dari ancaman luar,upaya internal yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kedaulatan w ilayah adalah mencegah tarjadinya disintegrasi di wilayah konflik. Konflik berkepanjangan di wilayah Aceh dan Papua yang belum juga berhasil di selesaikan pada masa  pemerintahan Presiden sebelumnya, mendapat perhatian serius dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Walaupun pendekatan yang telah dilakukan melalui dialig pada masa pemerintahan presiden B.J Habibie termasuk dengan mencabut status DOM yang diterapkan oleh pemerintah Orde Baru, namun  konflik di Aceh tidak kunjung selesai. Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pemerintah berupaya untuk lebih mengefektifkan forom-forum dialog mulai dari tingkat lokal Aceh hingga tingkst Internasional. Di tingkat Internasional upaya tersebut menghasilkan Geneva Agreement  atau ( kesepakatan penghentian permusuhan) Cessation Of Hostilities agreement ( CoHA). Tujuan dari kesepakatan tersebut adalh menghentikan segala bentuk pertempuran sekalogus menjadi kerangka dasar dalam upaya negosiasi damai diantara semua pihak yang berseteru di Aceh. Namun pada kenyataannya, CoHA dan pembentukan komite keamanan belum mampu menciptakan perdamaian yang sesungguhnya. Belum dapat dilaksanakannya kesepakatan tersebut dikarenakan minimnya dukungan di tingkat domestik, baik dari kalangan DPR maupun militer selain tidak adanya pula dukungan dari pihak GAM ( Gerakan Aceh  Merdeka). Upaya penyelesaian konflik selain melalui perundingan Presiden SBY juga melakukan pendekatan langsung dengan masyarakat Aceh melaui kunjukngan yang dilakukan  ke Aceh pada tanggal 26 November 2004. Selain konflik di Aceh, konflik lain yang berpotensi  berskala luas adalah konflik yang bernuansa agama di Poso yang dimulai pada tahun 1998 terus berlanjut hingga masa pemerintahan Presiden SBY. Salah satu kebijakan Presiden untuk menyelesaikan konflik Poso adalah dengan mengeluarkan instruksi Preside No.14 Tahun 2005 tentang langkah-langkah komprehensif penanganan masalah Poso. Melalui Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan untuk :
1.)    Melaksanakan percepatan penanganan masalah Poso melalui langkah-langkah komprehensif, terpadu dan terkoordinasi.
2.)    Menindak secara tegas setiap kasus kriminal, korupsi dan teror serta mengungkap jaringannya
3.)    Upaya penanganan masalah Poso dilakukan dengan tetap memperhatikan Deklarasi Malino 20 Desember 2001

2.1.4   Bidang pendidikan
Pendidikan merupakan hal mendasar, pendidikanlah yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Kebijakan dalam bidang pendidikan direapkan oleh kepemimpinan SBY. Beberapa diantaranya adalah meningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20% dari keseluruhan APBN. Meneruskan dan mengefektifkan program rehabilitasi yang sudah dimulai pada periode 2004-2009, sehingga terbangun  fasilitas pendidikan yang memadai dan bermutu dengan memperbaiki dan menambah prasarana fisik sekolah, serta pengunaan teknologi informatika dalam proses pengajaran yang akan menunjang proses mengajar dan mengajar agar lebih efektif dan berkualitas. Perbaikan secara fundamental kualitas kurikulum dan penyediaan buku-buku yang berkualitas agar makin mencerdaskan siswa dan membentuk karakter siswa yang beriman, berilmu, kreatif, inovatif, jujur, dedikatif, jujur, bertanggung jawab, dan suka bekerja keras.
Meneruskan perbaikan kualitas guru, dosen serta peneliti agar menjadi pilar pendidikan yang mencerdaskan bangsa, mampu menciptakan lingkungan yang inovatif, serta mampu menularkan kualitas intelektual yang tinggi, bermutu, dan terus berkembang terhadap anak didiknya.
Memperbaiki remunerasi guru dan melanjutkan upaya perbaikan penghasilan kepada guru, dosen, dan para peneliti.
Memperluas penerapan dari kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan di bidang pendidikan.
Mendorong partisipasi masyarakat (terutama orang tua murid) dalam menciptakan kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan aspirasi dan tantangan jaman saat ini dan kedepan.
Mengurangi kesenjangan dalam akses pendidikan dan kualitas pendidikan, baik pada keluarga berpenghasilan rendah maupun daerah yang tertinggal. Pemberian program beasiswa serta pelaksanaan dan perluasan Program Keluarga Harapan (PKH), serta memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga miskin dengan syarat mereka mengirimkan anaknya ke bangku sekolah.

2.2    KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MASA PEMERINTAHAN SBY
Setiap masa pemerintahan mengeluarkan banyak kebijakan dan disetiap kebijakan itu pasti ada yang terlaksana dengan baik ada pula yang tidak terlaksana. Setiap para pemipin negara atau yang lazim dikenal dengan sebutan Presiden dalam masa pemerintahannya memiliki kelebihan dan kelemahan semua itu terjadi karena setiap kepala negara memiliki kelebihan dan kekurangan karena adanya kebiajakan yang dikeluarkan dari kebijakan itu ada yang berhasil dan ada yang tidak berhasil, yang berhasil biasa di sangkutkan dengan kelebihan dan yang bermasalah atau yang tidak sesuai dengan peraturan yang di terapkan oleh kepala negara biasa lazim di masyarakat ialah kelemahan atau kekurangan pemerintah. Pada kesempatan kali ini akan di bahas kelebihan dan kelemahan masa pemerintahan Susilo Bambnag Yudhoyono yaitu sebagai berikut:
2.2.1   Kelebihan Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
1.    Harga BBM diturunkan hingga 3 kali (2008-2009), pertama sekali sepanjang sejarah
2.    Perekonomian terus tumbuh diatas 6% pada tahun2007 dan 2008, tertinggi setelah orde baru
3.    Cadangan devisa pada tahun 2008 US$ 51 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.
4.    Menurunnya Rasio hutang negara terhadap PDB terus turun dari 56% pada tahun2004 menjadi 34% pada tahun2008
5.    Pelunasan hutang IMF
6.    Terlaksananya program-program pro-rakyat seperti BLT, BOS, Beasiswa, JAMKESMAS, PNPM mandiri, dan KUR tanpa anggaran tambahan yang secara otomatis dapat memperbaiki tingkat ekonomi rakyat.
7.    Pemberantasan korupsi
8.    Pengangguran terus menurun 9,9% pada tahun 2004 menjadi 8,5% pada tahun 2008 .
9.    Menurunnya angka kemiskinan dari 16,7 % pada tahun 2004 menjadi 15,4% pada tahun 2008.
10.  Perekonomian Indonesia mampu bertahan dari ancaman pengaruh krisis ekonomi dan finansial yang terjadi di zona Eropa

2.2.2   Kelemahan Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
1.  Harga BBM termahal sepanjang sejarah Indonesia yaitu mencapai Rp.6.000.
2.  Jumlah utang negara tertinggi sepanjang sejarah yakni 1667 triliun pada awal tahun 2009atau 1700 triliun per 31 maret 2009. Inilah pembengkakan utang terbesar sepanjang sejarah.
3.  Tingkat pengeluaran administrasi yang luar biasa tinggi sebesar 15% pada tahun 2006 menunjukkan suatu penghamburan yang signifikan atas sumber daya publik.
4.  Konsentrasi pembangunan di awal pemerintahannya hanya berpusat di Aceh, karena di porak porandakannya Aceh oleh bencana alam tsunami pada tahun 2004
5.  Masih gagalnya pemerintah menghapuskan angka pengangguran dan kemiskinan di negeri ini.
6.  Bencana alam yang sering tejradi di Indonesia membuat para investor asing enggan berinvestasi dengan alasan tidak aman terhadap ancaman bencana alam.
7.  Dianggap belum mampu menyelesaikan masalah Bank CENTURY.









BAB III
PENUTUP
3.1    SIMPULAN
Dari semua materi dalam makalah ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono periode pertama menerapkan banyak kebijakan baik di bidang politik, hukum, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Sehingga dari kebijakan-kebijakan tersebut masa pemerintahan SBY berhasil melaksanakan pemerintahannya secara penuh pada masa reformasi ini untuk pertama kalinya. Namun dari semua keberhasilan yang dicapai masa pemerintahan SBY periode pertama terdapat pula banyak kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam pemerintahan SBY pada periode pertama ini semua itu tidak terlepas dari kurangnya kerja sama dari para menteri KABINET BERSATU.

3.2    SARAN
Di dalam makalah ini masih terdapat banyak terdapat kekurangan maka dari itu saya masih membutuhkan banyak kritikan, bantuan dan saran dari teman-teman sekalian dan khususnya dari guru bidang studi yang bersangkutan karena makalah ini saya buat karena adanya tugas dari ibu guru bidang studi Sejarah Indonesia salah tujuan dari latihan pembuatan makalah ini adalah agar saya dapat terbiasa nantinya di dunia perkuliahan. Terima kasih karena telah mau membaca makalah sederhana yang saya buat ini.










DAFTAR PUSTAKA

Buku Sejarah Indonesia kelas XII kementerian pendidikan dan kebudayaan Tahun 2005